Jenis Media Tanam Untuk Tanaman Hidroponik

Jenis Media Untuk Tanaman Tanam Hidroponik – Mungkin mayoritas dari kita sudah tak asing lagi bukan dengan yang namanya budidaya tanaman hidroponik? Iya, istilah ini memang sudah tak asing lagi di telinga kita.

Advertisement

Hidroponik adalah pembudidayaan tanaman dengan menggunakan air dan tanpa tanah. Bertanam dengan hidroponik ini ditekankan untuk pemenuhan nutrisi bagi tumbuhan.

Selain nutrisi, bertanam hidroponik juga menekankan pemenuhan kebutuhan air dan juga oksigen. Namun, tanaman hidroponik lebih sedikit membutuhkan air apabila dibandingkan budidaya tanaman dengan tanah.

Nah, sebelum membahas mengenai media tanaman hidroponik, terlebih dahulu kita harus mengetahui kriteria media tanam yang baik untuk teknik bertanam hidroponik. Adapun kriteria dari media tanam yang baik tersebut sebagai berikut.Jenis Media Tanam Untuk Tanaman Hidroponik

  1. Memiliki kandungan kapur atau unsur kalsium dengan pH yang netral
  2. Memiliki sifat poros atau mudah menyerap air yang berlebihan
  3. Tidak mengandung garam sama sekali atau kadar garamnya rendah
  4. Memiliki struktur yang gembur, subur, dan bisa menyimpan persediaan air yang cukup untuk dialirkan ke tanaman
  5. Tidak mengandung organisme yang dapat menimbulkan hama (penyakit yang dapat merusak tanaman)

Jenis Media Tanam Untuk Tanaman Hidroponik

Kemudian apa saja media untuk tanaman hidroponik yang memenuhi kriteria di atas? Yuks, kita simak uraian di bawah:

Spons

Media untuk tanaman hidroponik yang pertama yaitu spons. Iya, spons yang sering kita gunakan untuk mencuci piring ternyata dapat kita manfaatkan sebagai media tanaman hidroponik lho.

Baca juga: Metode Budidaya Tanaman Hias Suji Pot

Pori-pori yang besar pada spons menjadi sarana yang baik untuk mengalirkan air nutrisi ke akar tumbuhan. Nah, spons ini merupakan salah satu media tanam yang sangat mudah kita dapatkan.

Serbuk Sabut Kelapa (Cocopeat)

Media yang kedua adalah serbuk sabut kelapa atau lebih dikenal dengan media cocopeat. Cocopeat ini bersifat organik, tetapi juga bisa digunakan untuk media tanaman hidroponik. Cocopeat memiliki kemampuan menyerap air yang cukup tinggi, dan PH yang dimilikipun cukup stabil, yaitu 5.0-6.8.

Nah, ketika menggunakan cocopeat Anda harus mencampurnya dengan sekam bakar dengan perbandingan 50:50. Karena daya serap media tanam ini cukup baik, maka akan berpengaruh positif untuk pertumbuhan tanaman.

Advertisement

Perlite

Untuk media tanaman hidroponik yang satu ini terbuat dari batuan silika yang dipanaskan dengan suhu yang tinggi. Perlite memiliki pH yang netral dan bobotnya juga sangat ringan.

Baca Juga: Manfaat dan Khasiat Tanaman Hias Alang-Alang

Daya serap air pada perlite cukup tinggi, sehingga baik untuk perakaran tanaman. Dalam penggunaannya, perlite biasa dicampur dengan cocopeat atau dapat dicampur dengan vermiculite.

Sekam Bakar

Sekam bakar merupakan salah satu media tanam yang umum dan sering digunakan. Sekam bakar tidak hanya dimanfaatkan untuk budidaya tanaman hidroponik saja, tetapi juga sering digunakan untuk budidaya tanaman di dalam pot.

Media ini dihasilkan dari limbah penggilingan padi yang dibakar, sehingga memiliki daya ikat air yang cukup bagus. Sekam bakar cukup tahan lama dan tidak mudah terurai, sehingga bisa digunakan berulang kali. Dalam penggunaannya, sekam bakar biasa dicampur dengan cocopeat.

Hydroton

Hydroton merupakan media tanaman hidroponik yang terbuat dari bahan dasar lempung. Hydroton ini berbentuk bulat yang memiliki ukuran bervariasi berkisar 1-3,5 cm. Di dalam bulatan tersebut terdapat pori-pori yang berfungsi menyerap air yang dapat untuk digunakan untuk penyedia nutrisi bagi tumbuhan.

Hydroton dapat digunakan berulang-ulang, Anda hanya perlu mencuci hydroton hingga bersih untuk menghilangkan kotoran dan lumut ketika hendak digunakan lagi.

Rackwool

Rackwool umumnya digunakan para petani di Indonesia. Media ini dikenal dengan mineral wool berbentuk seperti busa, memiliki serabut sangat halus, dan beratnya sangat ringan. Rackwool terbentuk dari pemanasan bebatuan asli  dari basalt dengan suhu yang sangat panas, sehingga batu basalt tersebut meleleh akibat panas yang tinggi

Nah, ketika batu meleleh maka akan terbentuk serat halus. Rackwool ini biasa digunakan untuk media tanam sejak saat penyemaian hingga panen.

Vermiculite

Untuk media tanaman tanaman hidroponik dengan vermiculite ini, memiliki sifat yang hampir sama dengan perlite. Keduanya dihasilkan dari batuan yang dipanaskan pada suhu tinggi.

Baca Juga: Menanam Tanaman Hidroponik Dengan System Apung

Namun vermiculite ini memiliki daya serap air yang lebih tinggi dan bobotnya juga lebih berat daripada perlite. Dalam penggunaannya, vermiculite biasa dicampur dengan perlite.Demikian sedikit penjelasan mengenai Jenis Media Tanam Untuk Tanaman Hidroponik semoga bisa berguna dan bermanfaat…salam.

Advertisement
Jenis Media Tanam Untuk Tanaman Hidroponik | admin | 4.5